SURAT DARIKU
telah kukirim sepucuk surat untukmu
kutulis dengan secarik kulit sapi
isinya gambar dua bola mata yang kucongkel dari kelopak mataku
kubungkus kain putih
kuikat dengan gulungan rambut sisa cukur baruku
telah kuhidangkan juga santapan pagi untukmu
kupesan di sebelah warung rumahku
kuahnya darah kucampur bola-bola bakso makanan kesukaanmu
kusajikan di atas tumpukan tanah coklat bertabur macam bunga aneka warna
beraroma daun pandang dengan nisan tugu yang berdiri tegar
coba kau tatap tugu yang berdiri tegak itu
rabahlah dengan telunjukmu
di sana ada sebuah nama yang mungkin kamu kenal
itulah masa lalumu yang tertidur lelap
Makassar, 25 Maret 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar