Selasa, 26 Oktober 2010


SURAT DARIKU

telah kukirim sepucuk surat untukmu
kutulis dengan secarik kulit sapi
isinya gambar dua bola mata yang kucongkel dari kelopak mataku
kubungkus kain putih
kuikat dengan gulungan rambut sisa cukur baruku

telah kuhidangkan juga santapan pagi untukmu
kupesan di sebelah warung rumahku
kuahnya darah kucampur bola-bola bakso makanan kesukaanmu
kusajikan di atas  tumpukan tanah coklat bertabur macam bunga aneka warna
beraroma daun pandang dengan nisan tugu yang berdiri tegar

coba kau tatap tugu yang berdiri tegak itu
rabahlah dengan telunjukmu
di sana ada sebuah nama yang mungkin kamu kenal
itulah masa lalumu yang tertidur lelap

Makassar, 25 Maret 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar