SAJAK PERLAWANAN
antara bisu, hidup dan penjara
tak jua temui pusarah nyata
bisu jawaban ketidakmampuan keterpenjaraan mereka
reinkarnasi perjalanan panjang tak punya mata arah
mati dalam ketertindasan pasrah dalam ketidakmampuan
sajak perlawanan tak lagi menjadi senjata ampuh
malah jadi jeruji mengikat kedua kakinya
kata tak mampu lagi menjadi untaian bermakna
harapan pudar bersama robohnya dinasti kebenaran
penantian kedamaian menjadi terminal
persinggahan lalat dapur
menunggu datangnya sarapan pagi
sementara perutku kosong lapar tidak makan seharian
begitulah kata yang terlontar setiap hari dari mulut mereka
menunggu…dan menunggu adalah kata persinggahan
yang acap kali terlontar dimulutnya
sajak perlawanan tak lagi temui muaranya
perjuangan hanyalah cerita tanpa buah nyata
kutunggu sajak perlawananmu
bersama lentungan senjata
pertanda bangkitnya semangat juang
Makassar, 03 November 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar