aku masih kecil
aku masih mungil
kerdil seperti batu kerikil lahir dari batu kecil
terpencil dan terisolir
aku masih kecil seperti pensil
aku mungil seperti bedil yang terlahir dari orang sipil
bukan supir apalagi tukang semir
aku masih kecil saat ranjang pelacuran terjamah pamanku
alias Aco saudara laki-laki dari bapakku
ranjang empuk, percikan air mani, dan celana dalam berwarna merah jambu dari wanita yang menggaulinya
masih terpampang rapi diingatanku
akupun masih kecil saat ibu bapakku terluntah-luntah dari deras kehidupan yang bengis, pedis, sadis
aku masih kecil saat gedung mewah aneka warna
menjelma menjadi surga penuh lendir hitam dari komoditas orang-orang kecil yang hidup serba menyicil
seperti pamanku Aco semenjak aku kecil
aku masih kecil
tak patut berbicara hal-hal usil
Gowa, 28 April 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar